JAKARTA, (TRIBUNEKOMPAS)
By: Bayu.
- Ketua Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie mengaku siap mundur jika
terdakwa Wa Ode Nurhayati dapat membuktikan dirinya menerima fee pembahasan Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) senilai Rp 300 miliar.
Marzuki
menantang Wa Ode menjelaskan siapa yang memberi uang itu, waktu dan
tempat diberikan, serta cara memberikan. Selain itu, kata dia, apa
alasan pemberian uang itu, apakah karena ikut membahas, mengatur alokasi
dana, atau ikut menyetujui DPID.
"Kalau dia bisa ungkapkan ini, dengan sumpah atas nama Allah, bila perlu di (sumpah) pocong dan lie detector serta
siap dilaknat tujuh turunan. Tidak usah dengan bukti apa pun, saya akan
berhenti sebagai anggota DPR," kata Marzuki melalui pesan singkat,
kemarin.
Sebelumnya, Wa Ode menuding Marzuki, Wakil Ketua DPR, dan pimpinan Banggar ikut menerima jatah fee DPID.
"Berdasarkan data saudara Nando, TA (tenaga ahli) Banggar, dia
sebutkan bahwa kode K (Ketua) memiliki jatah Rp 300 miliar, Rp
250 miliar per wakil ketua, dan pimpinan Banggar," kata Wa Ode
sesuai sidang perdana di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Ketua KPK
Abraham Samad mengatakan, pihaknya masih mendalami keterangan Wa Ode
mengenai keterlibatan pihak lain, termasuk Marzuki. Terkait agenda
pemanggilan Marzuki, menurut dia, tergantung hasil penyelidikan.
"Kita
dalami dulu benar atau enggak yang disampaikan Wa Ode. Kalau benar ada
fakta dan bukti, kita panggil orang itu. Kalau hanya omongan dan tidak
didukung oleh fakta, masa kita panggil orang itu," kata Abraham.
Wakil Ketua Badan Anggaran Tamsil Linrung meminta Wa Ode membuktikan tuduhannya. Menurut dia, tidak ada pembagian fee dari pengucuran DPID. Penentuan daerah yang mendapat dana, kata dia, dilakukan DPR bersama-sama pemerintah.
"Saya
tidak mau reaktif menanggapi itu karena ini sudah berulang-ulang saya
jelaskan. Yang mana yang dimaksud dengan bagi-bagi (uang) itu? Anggota
Banggar itu punya hak budget, kemudian dia punya usul (daerah), memang
bisa saja. Karena mereka memang melakukan kunjungan ke daerah,
kunjungan spesifik sehingga mereka tahu bagaimana kondisinya," kata
Tamsil.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar