JAKARTA, TRIBUNEKOMPAS. By: TOMMY.
-Badan Anggaran (Banggar) DPR mencermati terobosan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Terobosan tersebut berupa pembukaan kantor-kantor baru untuk ruangan kerjannya.
Informasi yang diterima Tribunekompas menyebutkan, selain berkantor di Kementerian ESDM Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Darwin juga memiliki kantor di Gedung Badan Pendidikan dan Latihan (Badiklat) Kementerian ESDM di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Gedung ini berdampingan dengan Perum Bulog dan Kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
Disamping itu, Menteri Darwin juga mempunyai ruang kerja di Gedung Direktorat Jenderal Listrik dan Pengembangan Energi (Ditjen LPE) di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan serta kantor baru di Gedung Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian ESDM (Balitbang) di Cipulir, Kebayoran Lama Jakarta Selatan. Kantor di Balitbang saat ini dalam tahap renovasi.
Bagi mereka yang berkepentingan dengan MenteriESDM, tidak sulit untuk mengetahui keberadaan bekas pegawai Bank Duta ini. Misalnya untuk kantornya di Jalan Jenderal Gatot Subroto, mereka cukup melihat karpet merah. Kalau ada karpet merah yang digelar di lobby, mulai dari tangga hingga pintu musholah dan lift, ini berarti Darwin ada di gedung tersebut. Demikian pula sebaliknya.
Namun, terobosan ini mengundang reaksi Banggar DPR yang sempat meminta agar Kementerian ESDM bisa menghemat anggaran. Sebelumnya, DPR menolak proposal tambahan dana ESDM yang diajukan lewat APBN Perubahan 2011 sebesar Rp 1,79 triliun.
Menurut anggota Komisi VII DPR Samsul Bahri, pada prinsipnya setuju usulan KESDM untuk menambah anggaran sebesar Rp 1,79 triliun dari anggaran APBN 2011 sebesar Rp 15,30 trilun sehingga menjadi Rp 17,09 triliun pada APBN-P 2011.
Namun setelah hal tersebut dikoordinasikan dalam rapat Badan Anggaran (Banggar), ternyata dalam pagu anggaran Kemenkeu tidak tersedia. Sehingga, Banggar berusaha mencari solusi untuk menambah anggaran KESDM menggunakan alternatif lain semisal penggunaan alpha yang selama ini menjadi penghematan Pertamina sebesar Rp 900 miliar.
Namun, alokasi ini ternyata belum mencukupi. Akhirnya, DPR meminta ESDM mampu melakukan penyesuaian internal dari anggaran yang sudah disetujui pada tahun 2011 sebesar Rp 15,30, triliun. Jadi KESDM harus melakukan penajaman dan pergeseran prioritas dari program-program yang ada sehingga target Kementerian tidak mengalami hambatan akibat tidak terpenuhinya keinginan anggaran tersebut.
Samsul mengungkapkan, bentuk penyesuaian bisa dilakukan KESDM dalam sektor konversi minyak tanah (mitan) ke LPG. KESDM perlu melakukan efisiensi anggaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar