JAKARTA, TRIBUNEKOMPAS. By: ANTO.
-Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Priyo Budi Santoso menilai kesempatan Chandra M. Hamzah untuk kembali memimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal tertutup. Itu terjadi jika benar Chandra pernah mengadakan pertemuan dengan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. "Kalau itu benar, tutup. Wassalam," kata Priyo di Gedung DPR Jakarta, Senin 25 Juli 2011.
Menurut Priyo, informasi sementah apa pun tetap penting menjadi bahan pertimbangan Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK. Meski begitu, ia menilai tidak fair jika kesempatan Chandra M. Hamzah untuk mengikuti seleksi pimpinan Komisi serta-merta ditutup hanya karena informasi yang diberikan Nazaruddin. Kredibilitas informasi itu, kata dia, masih harus diuji.
Priyo mengatakan, soal pembuktian apakah informasi Nazaruddin itu benar atau tidak akan diserahkan kepada Panitia Seleksi. Tapi, informasi itu akan dijadikan pertimbangan dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang akan berlangsung di Dewan. "Pengakuan Nazaruddin sudah tentu jadi bahan pertimbangan. Hanya, bagaimana tingkat kesahihan dari fakta dan informasi yang disebut."
Politikus Partai Golkar itu meyakini Panitia Seleksi akan mempertimbangkan informasi mengenai para calon, sekecil apa pun informasi itu. Dewan, kata Priyo, tak bermaksud mencampuri terlalu jauh. Dewan hanya akan menunggu sampai hasil seleksi dikirim ke DPR untuk masuk ke tahap uji kelayakan dan kepatutan.
Sedangkan soal sahih-tidaknya informasi Nazaruddin, akan diserahkan kepada Panitiat Seleksi untuk menilainya. DPR, kata dia, hanya dalam posisi mengamati meski pihaknya juga akan memastikan semua informasi baik yang terungkap atau yang tidak untuk diperhatikan.
Nazaruddin, tersangka kasus korupsi wisma atlet SEA Games, pekan lalu kembali menebar serangan. Kali ini yang disasar adalah Wakil Ketua KPK Chandra M. Hamzah. Ia mengatakan pernah 6 kali bertemu dengan Chandra untuk membahas kasus-kasus korupsi yang menimpa kader Partai Demokrat.
Sebanyak 4 kali pertemuan diadakan di rumah Nazaruddin, dan salah satunya juga dihadiri oleh kader Partai Demokrat dan Ketua Komisi III DPR Benny K. Harman. Nazaruddin mengaku memiliki rekaman CCTV untuk membuktikan adanya pertemuan itu. Tapi, Benny membantah dan mengatakan tidak pernah hadir dalam pertemuan semacam itu. Chandra juga membatah bertemu Nazaruddin untuk membicarakan kasus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar