JAKARTA, TRIBUNKOMPAS. By: ANTO. H.
-Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Saan Mustofa menyatakan Dewan Pimpinan Pusat akan segera menggelar rapat internal membahas perintah Ketua Dewan Pembina. DPP juga akan segera mengambil langkah tegas, termasuk memberikan sanksi bagi kadernya dalam waktu dekat. "Upaya pembenahan itu akan selesai sebelum Rapat Koordinasi Nasional Partai Demokrat 23-24 Juli mendatang," ujarnya.
Senin malam, 11 Juli 2011, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dalam jumpa pers kepada wartawan memerintahkan Ketua Umum Partai dan Dewan Pimpinan Pusat segera membereskan kemelut partai berlambang bintang segi tiga tersebut.
Saan yakin Ketua Umum Partai Anas Urbaningrum mampu menyelesaikan kemelut dalam partainya. "Saya yakin Ketua Umum mampu," ujarnya ketika ditemui wartawan di Gedung DPR, Selasa 12 Juli 2011.
Titah SBY itu keluar setelah kesan perpecahan muncul di antara para petinggi partai. SBY pun mengingatkan kadernya agar tidak terpancing emosi dalam setiap acara talk show.
Perpecahan tersebut muncul ketika dalam sebuah acara di televisi nasional 3 petinggi partai--Denny Kailimang, Amir Syamsudin, dan Ruhut Sitompul--beradu mulut soal kasus M. Nazaruddin. Nazaruddin memang tengah menjadi sorotan setelah ia melontarkan tudingan kepada rekannya di Demokrat.
Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu melontarkan tudingan permainan dalam kasus korupsi pembangunan wisma atlet SEA Games XXVI Jakabaring, Palembang. Ia menuding Anas, Andi Malarangeng, Mirwan Amir, dan Angelina Sondakh sebagai orang yang bermain dalam kasus ini. Polemik itu terjadi lantaran Nazaruddin menyerang rekannya dari persembunyian.
Turunnya titah SBY ini membuat spekulasi Anas tak mampu menangani kekacauan dalam partainya. Alasannya, Anas sudah pernah memberikan perintah kepada seluruh kader Demokrat untuk tak mengomentari soal Nazaruddin dan menyerahkannya kepada proses hukum.
Menurut Saan, pernyataan SBY yang menyerahkan pembenahan internal kepada Anas adalah bukti bahwa Anas Urbaningrum mampu menangani masalah ini. "Pak SBY menyerahkan semuanya kepada Ketua Umum. Itu artinya Anas dianggap mampu menyelesaikan masalah ini," ucapnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar