Jakarta, Trikomonline -Kongres PSSI yang berakhir deadlock pada 20 Mei lalu memang disesalkan banyak pihak. Pasalnya, kegagalan tersebut ditengarai karena lemahnya kepemimpinan Ketua Komite Normalisasi (KN) Agum Gumelar saat menjadi ketua sidang.
Karena itu, banyak pihak yang mendesak Agum agar bisa lebih powerfull ketika menjadi pimpinan sidang pada Kongres PSSI di Solo, Jateng 30 Juni mendatang. Salah satunya ialah keberanian mertua mantan juara dunia bulu tangkis Taufik Hidayat tersebut untuk mengeluarkan para “pengacau” dari dalam arena kongres.
“Kalau kepemimpinan Pak Agum masih seperti pada saat kongres pertama lalu, kemungkinan untuk kongres berakhir deadlock akan sangat besar,” terang Dedi Gumelar, anggota Komisi X .
Politikus PDIP tersebut menganjurkan agar Agum menjalin komunikasi intensif dengan duet George Toisutta serta Arifin Panigoro. Pasalnya, dua figur itulah yang dianggap memiliki kekuatan “dari luar” untuk menyukseskan kongres yang akan datang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar